Selasa, 26 Februari 2013

RENPRA


RENCANA KEPERAWATAN
NO
DX
TUJUAN & KRITERIA HASIL
RENCANA TINDAKAN
RASIONAL
PARAF
1








Tujuan:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An.A selama 3x24 jam diharapkan resiko kurang volume cairan tidak terjadi
KH:
-          Membran mukosa lembab
-          TTV dalam batas normal
-          Turgor kulit elastis
-          BB dalam batas normal
-          Leukosit 6000-17.000 uL
-          Intake = output
1.     Awasi masukan dan keluaran urin, karakter dan jumlah feses
2.     Observasi TTV
3.     Observasi adanya kulit kering berlebihan dan membran mukosa penurunan turgor kulit
4.     Ukur BB setiap hari
5.     Pemberian cairan infus RL 20 TPM


1.      Memberikan inforasi tentang keseimbangan cairan
2.      Dapat menunjukkan respon terhadap efek kehilangan cairan
3.      Menunjukkan kehilangan cairan berlebihan/dehidrasi
4.      Indikator cairan dan status nutrisi
5.      Mempertahankan cairan

2
Tujuan:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An.A selama 3x24 jam diharapkan resiko perubahan nutrisi tidak terjadi
KH:
-          porsi makan klien meningkat
-          A: BB dalam batas normal
-          B: Hb 10,8- 14 g/dl
-          C: Konjunctiva an anemis, stomatitis (-), lidah merah muda, hiperemi pharing (-), rambut tidak kering, oedem (-), muntah (-)
-          D:
 - porsi makan dirumah sama dengan porsi makan di RS.
- Pola dan kebiasaan makan sama dengan dirumah
1.      Kaji riwayat makanan yang disukai
2.      Berikan makanan tambahan kecil yang tepat
3.      Pertahankan penimbangan BB
4.      Berikan
- Anti emetik = cedantron injeksi 3 x 4 mg
1.      Mengawasi masukan kalori/kualitas kekurangan konsumsi makanan
2.      Dilatasi gaster dapat terjadi bila pemberian makanan terlalu cepat setelah periode anoreksia
3.      Mengawasi penurunan BB
4.      Mengurangi mual dan muntah


3
Tujuan:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada An.A selama 2x24 jam diharapkan An.A dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri
KH:
-          KU klien baik
-          badan tidak lemas
-          klien dapat beraktivitas secara mandiri

1.      Berikan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari berupa makanan, minuman, ganti baju dan perhatikan kebersihan mulut, rambut, genetalia dan kuku.
2.      Libatkan keluarga dalam pemenuhan ADL
3.      Jelaskan tujuan tirah baring untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan


1.      Pemberian bantuan pada klien dapat menghindari timbulnya komplikasi yang berhubungan dengan pergerakan yang melanggar program tirah baring.
2.      Partisipasi keluarga sangat penting untuk mempermudah proses keperawatan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
3.   Istirahat menurunkan mobilitas usus juga menurunkan laju metabolisme dan infeksi.


:p� �!p n ��� @�
-        Keluarga menyebutkan komplikasi yang mungkin timbul akibat tidak diobatinya hipertensi serta memutuskan merawat anggota keluarga dengan hipertensi
-        Keluarga menyebutkan cara perawatan hipertensi di rumah
='fon� �"0 t ��� @� ew Roman"'>      Melakukanapersepsi
4.      Menyampaikanmaksuddantujuanpenyuluhan
1.      Menjawabsalam
2.      Memperhatikan
5 menit
2
Inti

















1.      Memberikanpre testpadakadersebelummateri.
2.      Menjelaskantentang: pengertianposyandu,
sasaranutamaposyandu, kriteriakaderposyandu,
tugaspokokkaderposyandu,  ketrampilandanpengetahuankaderposyandu,
pelaksanaansistem 5 mejaposyandu, dan
pemaparanmasing-masingsistem 5 mejaposyandu.
3.      Memberikankesempatanbertanya.
4.      Menjawabpertanyaan
1.      Menyimakpenjelasan.
2.      Bertanyabilaadapenjelasan yang kurangmengerti.
20menit
3
Evaluasi
1.         Evaluasitentangmateri yang telahdiberikandengan Post Test.
2.         Membuatkesimpulanmateri yang telahdiberikan.
3.         Mengucapkansalam
1.         Menjawabsalam
2.         Memperhatikan
5 menit

BIDAI



LAPORAN PENDAHULUAN DI UGD

         Nama Prosedur/Tindakan : Pembidaian
A.    Definisi
Pembidaian adalah suatu cara pertolongan pertama pada cedera/ trauma sistem muskuloskeletal untuk mengistirahatkan ( immobilisasi) bagian tubuh kita yang mengalami cedera dengan menggunakan suatu alat.
B.     Tujuan
1.      Untuk mencegah gerakan fragmen patah tulang atau sendi yang mengalami dislokasi
2.      Untuk meminimalisasi / mencegah kerusakan pada jaringan lunak sekitar tulang yang patah
3.      Untuk mengurangi perdarahan & bengkak yang timbul
4.      Untuk mencegah terjadinya syok
5.      Untuk mengurangi nyeri
C.     Macam-macam bidai :
1.      Kaku ( Rigid Splint )
2.      Bidai traksi ( Traction Splint )
3.      Bidai Melingkar(Circumferential Splint )
4.      Bidai Improvisasi
D.    Alat dan Bahan
1.      Bidai
2.      Pembalut
3.      Kassa
4.      Betadine
5.      NaCl
6.      Bengkok
7.      Baki + alas tertutup
8.      Pinset
E.     Prinsip Pembidaian
1.      Lakukan pembidaian pada bagian badan yang mengalamai cedera
2.      Lakukan juga pembidaian pada kecurigaan patah tulang, jadi tidak perlu harus dipastikan dulu ada atau tidaknya patah tulang;
3.      Melewati minimal 2 sendi yang berbatasan (sendi proksimal dan sendi distal dari tulang yang patah)
F.      Prosedur Pembidaian
1.      Siapkan alat-alat selengkapnya
2.      Apabila penderita mengalami fraktur terbuka, hentikan perdarahan dan rawat lukanya dengan cara menutup dengan kasa steril dan membalutnya
3.      Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Sebelum dipasang, diukur dahulu pada sendi yang sehat
4.      Bidai dibalut dengan pembalut sebelum digunakan. Memakai bantalan di antara bagian yang patah agar tidak terjadi kerusakan jaringan kulit, pembuluh darah, atau penekanan syaraf, terutama pada bagian tubuh yang ada tonjolan tulang.
5.      Mengikat bidai dengan pengikat kain (dapat kain, baju, kopel, dll) dimulai dari sebelah atas dan bawah fraktur. Tiap ikatan tidak boleh menyilang tepat di atas bagian fraktur. Simpul ikatan jatuh pada permukaan bidainya, tidak pada permukaan anggota tubuh yang dibidai
6.      Ikatan jangan terlalu keras atau kendor. Ikatan harus cukup jumlahnya agar secara keseluruhan bagian tubuh yang patah tidak bergerak.
7.      Kalau memungkinkan anggota gerak tersebut ditinggikan setelah dibidai.
8.      Sepatu, gelang, jam tangan dan alat pengikat perlu dilepas.
G.    KOMPLIKASI
1.      Dapat menekan jaringan pembuluh darah / syaraf dibawahnya bila bidai terlalu ketat
2.      Bila bidai terlalu longgar, masih ada gerakan pada tulang yang patah
3.      Menghambat aliran darah, iskemi jaringan dan nekrosis
4.      Memperlambat transportasi penderita bila terlalu lama melakukan pembidaian

Daftar Pustaka
Arief, Muhammad. 2008. Pembalutan dan Pembidaian dalam P3K (diakses dari http://ariefboy.multiply.com/links/item/21/PEMABALUTAN_DAN_PEMBIDAIAN_DALAM_P3K tanggal 31 Mei 2012).
Azzam, Rohman. 2008. Fraktur dan Dislokasi (diakses dari http://kegawatdaruratan.blogspot.com/2008/02/fraktur-dan-dislokasi.html tanggal 31 Mei 2012).

LP KELUARGA


LAPORAN PENDAHULUAN ASKEP PADA KELUARGA

(KUNJUNGAN KEDUA)


1.   Latar Belakang
Setelah mengunjungi dan menjelaskan tujuan praktek di wilayah RW 006. Maka ditetapkan untuk membina dengan Hipertensi di wilayah RT 010, yaitu keluarga Tn.H  terutama Ibu SR (64 tahun) dengan keluhan riwayat hipertensi.
Pada hari Selasa (pertemuan pertama) telah didapatkan data pengkajian keluarga Tn.H  yaitu : Ibu SR menderita hipertensi sejak 1 bulan yang lalu,dan merasakan kepalanya pusing dan tengkuknya leher terasa berat, ny.sr mengatakan sering mengkonsumsi ikan asin, keluarga ny sr tidak tahu bagaimana cara merawat anggota keluarga dengan hipertensi.
Setelah dilakukan pengkajian pada keluarga Tn.H  ditemukan dua masalah kesehatan  pada Ibu SR  yaitu Tn.H  hipertensi. Pada kesempatan pertemuan ini perawat akan mengenalkan dan menjelaskan masalah kesehatan tersebut di atas kepada keluarga kemudian bersama-sama dengan keluarga memprioritaskan masalah kesehatan yang ada dan disepakati bahwa keluarga memerlukan penjelasan tentang hipertensi. Sehingga perawat pada tanggal 9 Oktober 2012 , merencanakan akan memberikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi
2.     Masalah Keperawatan
a.       Resiko gangguan perfusi jaringan serebral pada keluarga Bp H  khususnya Ibu SR berhubungan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit hipertensi

Rencana Keperawatan
1.     -   Diagnosa keperawatan ;
            Resiko gangguan perfusi jaringan serebral pada keluarga Bp H  khususnya Ibu SR berhubungan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit hipertensi
-       Tujuan Umum ;
Setelah dilakukan kunjungan rumah sebanyak 3x dalam waktu 45 menit, Resiko gangguan perfusi jaringan serebral pada keluarga Bp H  khususnya Ibu SR berhubungan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit hipertensi dapat teratasi
-          Tujuan Khusus ;
Setelah dilakukan pertemuan 1x45 menit keluarga dapat :
·         Mengenal masalah hipertensi dengan menyebutkan pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pencegahan dan mengidentifikasi masalah hipertensi pada Ibu SR.
·         Mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi dengan menyebutkan komplikasi yang akan timbul jika hipertensi tidak segera ditangani, serta memotivasi keluarga dalam mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan hipertensi Merawat anggota keluarga dengan hipertensi dengan menyebutkan cara perawatan hipertensi di rumah, melakukan perawatan hipertensi di rumah, menjelaskan manfaat cara perawatan hipertensi di rumah.
·         Memodifikasi lingkungan rumah dengan menyebutkan cara-cara memodifikasi lingkungan, menjelaskan manfaat melakukan modifikasi lingkungan di rumah, melakukan modifikasi lingkungan seperti menempelkan menu makanan yang dibolehkan dan yang dipantang untuk penderita hipertensi.
·         Memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan menyebutkan kembali manfaat kunjungan ke fasilitas kesehatan, memanfaat pelayanan kesehatan dalam merawat Ibu SR.

I.       Rancangan Kegiatan
1.         Topik               :  hipertensi dan perawatannya
2.         Metode            :  Diskusi
3.         Media              :  brosur
4.         Waktu             :  tgl 9-10-2012 pukul 15.00-15.30 WIB
5.         Tempat            :  rumah Ny.SR Jl. Kp. Irian II Rt 10/06 Kelurahan Serdang
6.         Sasaran            :  Keluarga Bp. SR
7.         Target              :  Ibu SR
8.         Strategi Pelaksanaan :
·      Orientasi (5 menit) :
-        Mengucapkan salam
-        Memvalidasi keadaan keluarga
-        Mengingatkan kontrak dan membuat kontrak baru
·      Fase kerja (30 menit) :
-        Menjelaskan tentang hipertensi dengan menyebutkan pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pencegahan dan mengidentifikasi masalah hipertensi
-        Memotivasi keluarga dalam mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan hipertensi
-        Menjelaskan tentang cara modifikasi lingkungan seperti menempelkan menu makanan yang dibolehkan dan yang dipantang untuk penderita hipertensi  
-        Menanyakan kembali materi yang telah dijelaskan.
-        Memberikan kesempatan kepada keluarga untuk bertanya
-        Memberikan reinforcement positif atas usaha yang telah dilakukan keluarga
·      Terminasi (10 menit)
-        Menanyakan perasaan keluarga setelah diberikan penjelasan tentang hipertensi serta perawatan
-        Mengobservasi saat keluarga mengungkapkan perasaan setelah diberikan penjelasan hipertensi serta perawatannya
-        Memotivasi keluarga untuk melakukan hasil diskusi tentang hipertensi
-        Membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya 
9.     Kriteria Evaluasi
·      Struktur
-        LP disiapkan
-        Media dan alat sudah disiapkan
-        Kontrak dengan keluarga sudah dilakukan pada pertemuan sebelumnya
·      Proses
-        Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan
-        Keluarga aktif dakam proses kegiatan


·      Hasil
-        Keluarga mampu menyebutkan pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pencegahan dan mengidentifikasi masalah hipertensi pada ibu SR
-        Keluarga menyebutkan komplikasi yang mungkin timbul akibat tidak diobatinya hipertensi serta memutuskan merawat anggota keluarga dengan hipertensi
-        Keluarga menyebutkan cara perawatan hipertensi di rumah
='fon� �"0 t ��� @� ew Roman"'>      Melakukanapersepsi
4.      Menyampaikanmaksuddantujuanpenyuluhan
1.      Menjawabsalam
2.      Memperhatikan
5 menit
2
Inti

















1.      Memberikanpre testpadakadersebelummateri.
2.      Menjelaskantentang: pengertianposyandu,
sasaranutamaposyandu, kriteriakaderposyandu,
tugaspokokkaderposyandu,  ketrampilandanpengetahuankaderposyandu,
pelaksanaansistem 5 mejaposyandu, dan
pemaparanmasing-masingsistem 5 mejaposyandu.
3.      Memberikankesempatanbertanya.
4.      Menjawabpertanyaan
1.      Menyimakpenjelasan.
2.      Bertanyabilaadapenjelasan yang kurangmengerti.
20menit
3
Evaluasi
1.         Evaluasitentangmateri yang telahdiberikandengan Post Test.
2.         Membuatkesimpulanmateri yang telahdiberikan.
3.         Mengucapkansalam
1.         Menjawabsalam
2.         Memperhatikan
5 menit